God Sigma

230px-godsigmaanimeAlkisah di tahun 2050, abad 21, manusia yang berdomisili di Io, bulannya Jupiter, diserang kaum dari planet Elder, pimpinan Terrar. Io dijadikan base untuk menyerang bumi. Apa tujuan para Elder ini? Tidak lain adalah merebut Trinity Energy yang tengah dikembangkan di sebuah pulau buatan di Jepang, Trinity City. Diciptakan oleh Profesor Kazami, seorang genius.

Penjaga utama Trinity City adalah God Sigma, kombinasi dari 3 robot yang dijadikan satu. Trinity. Dikendalikan oleh Dan Toshiya (Kurai O), Juri Noguchi (Kaimei O), dan Kiraken Saku (Rikushin O). Ketiga pilot ini berasal dari Io.

Awalnya cerita berjalan standar, sampai episode kelompok Elder Terrar di kudeta oleh kelompok Elder Gagan. Pendukung Terrar dibantai habis, dan ia sendiri menjadi buron, kemudian tertangkap manusia bumi.

Profesor Kazami, yang semula bak komandan dan father figure para tokoh muda, memperlihatkan tabiat aslinya yang kejam. Ia menyiksa Terrar untuk informasi rahasia mengenai Time Ship (mesin waktu). Kaum Elder ternyata berasal dari abad 23. Mereka kembali ke masa lalu demi merebut Trinity Energy karena adanya penjajahan manusia bumi atas planet Elder di masa depan, dengan bersenjatakan Trinity Energy. Tindakan Profesor Kazami digagalkan kelompok Toshiya yang mulai merasa simpati.

Toshiya, dkk kemudian memberontak dan mengambil alih pimpinan Profesor Kazami, menerbangkan Trinity City (yang bisa menjadi sebuah space ship raksasa) ke Io untuk membebaskan gerilyawan Io pimpinan ayah Toshiya, dari pembantaian Gagan. Sementara Terrar memilih berjuang sendiri dan akhirnya bergabung dengan gerilyawan Io.

Profesor Kazami tewas setelah gagal membuat barter Trinity Energy – Time Ship dengan pihak Gagan. Setiba di Io, God Sigma mengalahkan Gargos, robot raksasa musuh serta menyelamatkan gerilyawan Io. Ayah Toshiya, kemudian Terrar, berturut-turut gugur. Tapi Toshiya berhasil membunuh Gagan.

Ketika teman-temannya sibuk membangun Io kembali, Toshiya membawa God Sigma pergi ke abad 23 menggunakan Time Ship, beserta wasiat Terrar agar memberikan “perdamaian” bagi planet Elder.

Komentar :

Entah kenapa jalan cerita God Sigma mirip Voltes V. Bahkan ada BGM soundtrack yang persis plek dengan Voltes V.

Inilah daftar kemiripannya :
- Mencari ayah tokoh utama yang hilang
- Ibu tokoh utama tewas
- Markas yang bisa terbang ke base musuh
- Sebelum tusuk musuh pakai pedang dilemahkan dulu dengan serangan
(kalau Voltes: Chodenji Ball, God Sigma :Sigma Blast)
-Pergantian panglima di pertengahan episode, pergantian taktik
-dst…

Jadi curiga siapa sutradaranya….*snif*snif*

Pedangnya juga ajaib, disimpan dalam sarung yang dilipat membentuk huruf V. Sulap!

Ohya, tokoh Toshiya kok terlalu menonjol, ya? Apalagi endingnya God Sigma dia bawa kabur sendiri.

Seiyuu…oke2 saja kecuali satu..yang meranin suara tokoh cewe Rie..terlalu serak tinggi, histeris…nggak nahan dengernya…

Cerita, cukup OK lah. Seru. Atau karena ini anime nostalgia, mungkin saya jadi agak subyektif..haha..

Tinggalkan Balasan